Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget



Latar Berdiri Pondok

 LATAR BERDIRINYA PONPES MA’ARIF AS-SA’ADIYAH BATU NAN LIMO

 

Pengkaderan Mubaligh

Setelah beberapa minggu program takmir di mushalla Mawahiburrahman berjalan. Kira-kira di pertengahan tahun 1991 salah satu masjid di Batu Nan Limo mengalami kekurangan Khatib Jum’at. Tidak ada seorangpun diantara tokoh masyarakat dan jama’ahnya yang pandai berkhutbah. Karena demikianlah sehingga daftar Khatibnya hanya diisi dengan Khatib dari luar saja setiap Jum’atnya. 

Suatu ketika Khatib tidak datang, sedangkan waktu Jum’at sudah masuk, terpaksalah ketua pengurus masjidnya naik mimbar memberi khtubah dengan segala keterbatasannya. Untunglah di atas mimbar itu ada tersedia buku panduan Khutbah Jum’at untuk ia baca. Kejadian menyedihkan itu menjadi perbincangan di tengah-tengah masyarakat setempat.

Ustazd Sudirman Syair sangat menyayangkan hal itu. Anak-anak yang ia bina murid-murid Tarbiyah Koto Panjang rata-rata sudah pandai berkhutbah. Dan banyak pula alumni-alumni sekolah agama yang ada di sekitar mereka, namun masyarakat tidak tahu sehingga mereka tidak terberdayakan.

Atas hal demikian maka dibentuklah suatu lembaga untuk pengkaderan Muballigh di mushalla Mawahiburrahman dengan Pembina/Penasehat Ketua MUI Kab. 50 Kota, Kep. Des Koto Tangah Simalanggang, Drs. H. Sahawardi, Buya Azrai Yahya, Drs. Mukhtar Lubir, Abd. Gani, SH. Sedangkan Pengurusnya adalah ustazd Drs. Zubir Islami sebagai ketua, R. DT. Tan Khatib sebagai wakil ketua, ustazd Sudirman Syair sebagai Sekretaris, ustazd Rusydi Marjidan, BA sebagai bendahara yang dibantu oleh Wizar Bilal, Imam Amrialis, Thamrin, Syahrial, M. Efendi dan Khairus. DT sebagai anggota.

Hari Senin tanggal 4 Agustus tahun 1991 pelatihan kader muballigh angkatan pertama dimulai. Acaranya dilaksanakan di mushalla Mawahiburrahman. Pelatihan terus berlanjut sampai menjelang Ramadhan 1412 H yang diikuti oleh anak-anak Siak yang tinggal di tempat ustazd Sudirman Syair, ditambah lagi dengan pelajar dari sekolah lain dan orang umum. Peserta dibekali materi dan metode dakwah. Hal itu dimaksudkan supaya mereka mampu berdakwah seperti berpidato dan berkhutbah mengisi kekosongan jadwal Khatib dan penceramah di masjid-masjid dan mushalla sekitar.

Sebelum memasuki bulan suci Ramadhan 1412 H, Mawahiburrahman mengirimi surat ke beberapa masjid dan mushalla di sekitar kecamatan Harau, kecamatan Payakumbuh, supaya menerima kader Muballighnya untuk mengisi jadwal kosong di masjid dan mushalla itu. Lalu kader-kader yang sudah mengikuti pelatihan sebanyak 4 atau 5 kali pertemuan diturunkan mengisi Khutbah dan ceramah di bulan Ramadhan.

Dari hasil pengkaderan itu sebanyak 75% dari jumlah peserta yang terdaftar berhasil menjadi muballigh, karena kebanyakan mereka memang kader-kader yang sedang belajar di sekolah agama maupun yang sudah tamat, mereka sudah punya bekal ilmu sebagai materi ceramah untuk disampaikan kepada masarakat.

Pada tanggal 15 Juli 1995 cikal-bakal ini dikembangkan menjadi sebuah pesantren yang diberi nama Pondok Pesantren Sa’adiyah dengan pimpinan pondok ustazd Sudirman Syair.

 

---------------------------------------------------------------

Baca Selanjutnya...

Membina Pondok Pesantren


-------------------------------------------------------
Update terakhir
Jum'at, 04 Desember 2020
Pukul 08.29 Wib. AM

 

 

Posting Komentar

0 Komentar