Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget



CUCU BUYA SUDIRMAN SYAIR DI TAEH BUKIK SUKSES DENGAN PROGRAM RUMAH TAHFIZD


Dikutip dari JERNIHNEWS.COM-Pada banyak sisi, pandemi Covid-19 sangat mengganggu kehidupan masyarakat. Namun lain halnya di Nagari Taeh Bukik, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota. Corona laksana membawa berkah bagi mereka. Pasalnya, selama pandemi di Taeh Bukik berdiri Rumah Tahfiz Quran di Mushalla Al Irsyad. Wisuda tahfiz para santrinya pun telah berhasil dilaksanakan.

"Alhamdulillah sudah 48 santri yang diwisuda. Hafalan mereka mulai dari setengah juz sampai dengan 3,5 juz," kata Desi Kurnia Putri kepada jernihnews.com, beberapa hari lalu.

 Desi adalah salah seorang guru sekaligus inisiator dan pendiri Rumah Tahfiz Al Irsyad, Taeh Bukik. Dia adalah mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas (Unand) Padang.

Sejak Bulan Maret 2020 dia menjalani kuliah sistem daring (dalam jaringan) atau online. Desi kuliah daring dari kampungnya Taeh Bukik. Sudah tahun pula penghafal quran 8 juz itu kuliah daring.

Sejak 5 bulan lalu muncul idenya bersama beberapa orang rekan untuk mendirikan rumah tahfiz. Gagasan itu pun disambut hangat dan didukung orang tuanya. Satali tiga uang, pihak perangkat Nagari Taeh Bukik pun memberikan dukungan.

Hingga akhirnya mulailah berjalan rumah tahfiz itu di Mushalla Al Irsyad, yang pada akhirnya menjadi nama rumah tahfiz itu sendiri. Banyak masyarakat yang berminat mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Karena banyak peminat, dari lintas umur, maka pada akhirnya nyaris tidak ada batasan usia bagi para santri. Yang terkecil 3,5 tahun dan yang dewasa berusia lebih setengah abad.

Meski baru berusia 5 bulan, namun kini jumlah santri Rumah Tahfiz Al Irsayad sudah 150 orang. Jika awalnya santri hanya berasal dari Nagari Taeh Bukik saja, perlahan mulai banyak pula masyarakat Nagari Lubuak Batingkok Kecamatan Harau yang mendaftar jadi santri.

Mushalla Al Irsyad pun tak mampu lagi menampung jumlah santri sebanyak itu. Menyiasatinya, maka dibikin beberapa shif. Awalnya hanya ada tiga guru, yakni Desi dan ayahnya Zulkarni serta salah seorang rekannya. Berikutnya jumlah guru pun ditambah.

Desi sangat gembira dengan perkembangan Rumah Tahfiz Al Irsyad yang dia gagas. Pihak nagari pun demikian. Keberadaan Rumah Tahfiz Al Irsyad pun ke depan menurut Desi akan dijadikan salah satu program unggulan Nagari Taeh Bukik. Pengembangan rumah tahfiz ini pun kini tengah dipersiapkan secara matang.

"Alhadulillah Ust. Irsyad Syafar (Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat) juga telah berkunjung ke Rumah Tahfiz Quran Al Irsyad," kata perempuan yang telah bepergian ke sejumlah negara sebagai kafilah musabaqah.

Capaian mengagumkan Rumah Tahfiz Quran Al Irsyad yang mampu mewisuda puluhan santri hafiz dalam masa pandemi Covid-19 juga telah dilaporkan oleh KH. Sudirman Syair, mamak dari Desi Kurnia Putri kepada Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo.

Laporan perihal Rumah Tahfiz Quran Al Irsyad Taeh Bukik itu disampaikan KH. Sudirman Syair kepada Bupati Safaruddin di sela-sela acara syukuran di Pondok Pesantren Ma'arif As Sa'diyah.

"Bagi masyarakat Taeh Bukik, kehadiran Rumah Tahfiz Al Irsyad tak ubahnya seperti berkah di tengah pandemi Covid-19," kata KH. Sudirman Syair menandaskan. (erz)

 

Sumber: https://www.jernihnews.com/berita/1682/corona-jadi-berkah-puluhan-warga-taeh-bukik-wisuda-tahfiz.html 


Posting Komentar

0 Komentar